Sang Petualang

  • on Saturday, April 16, 2011
  • ketika semua mempunyai asal
    ketika semua memiliki arti 
    ketika semua arti memiliki asal
    dari manakah diriKu ini ,untuk apakah aku dilahirkan?
    keinginan apalagi yang seharusnya dicari ,
    ketika semua itu dipertanyakan hanya ada satu cara untuk menjawab semua itu yaitu mencariNya............

    awal mula...................
    malam itu hujan lebat  di kota Medan  ,air hujan yang jatuh begitu deras membatasi pedengaran para pelintas jalan ,derasNya hujan membatasi jarak pandang antar mobil dengan yang lain ,waktu itu juga terlihat seOrang wanita yang tergesa-gesa menuju sebuah gereja ,tampak samar-samar dari kejauhan dia ingin meletakan sesuatu di depan pintu gereja ,Dia membuka jubah yang dikenakannya terdengar suara tangis dari wanita tersebut ,ketika dia membuka terlihatlah seOrang bayi kecil ,bayi tersebut adalah anak dari wanita tersebut . sambil menangis dia memeluk anak tersebut ,dia meletakkan kembali bayi yang dipeluknya .lalu dia memencet bel gereja sebanyak 3x dan bergegas pergi bersembunyi diantara gang gereja ,dia ingin memastikan apakah orang gereja tersebut mau mengasuhnya. lalu keluarlah seOrang pelayan gereja yang membuka pintu dia adalah yusuf pelayan gereja tersebut .dia terkejut melihat seorang bayi yang tertidur pulas diatas sebuah keranjang dengan kain yang sedikit basah .
    "Ya, TuhanKu bayi siapa ini,tega kali ibu yang membuang anak ini ! " keluh si pelayan gereja.
    karena merasa kasian terhadap bayi yang dia buang sang ibu pelayan tersebut mengambil bayi itu dan membawanya menemui Pendeta Peter Sihombing ,beliu adalah pendeta gereja tersebut yang telah melayani jemaat selama 21 tahun. pendeta Peter orangnya berwibawa ,bijaksana dan sangat Humoris .dalam tiap khotbahnya beliu tidak pernah membuat para jemaat bosan mendengar ceramah darinya sebab pendeta Peter selalu membawakan firman Tuhan dengan Contoh yang lucu-lucu .dengan perasan gundah yusuf membawa anak tersebut menuju kamar pendeta Peter .

    "tok..tok..tok " ketukan pintu kamar Pendeta Peter
    "Romo...romo Peter maaf menggangu "kata yusuf
    "ada apa suf malam-malam begini kau menggangu orang tidur "
    "maaf romo..,ini saya tadi membuka pintu karena ada yang memencet bel gereja dan sewaktu saya membukanya ,saya menemukan bayi kecil ini dalam sebuah keranjang. "
    "ya Allah jaman sekarang banyak wanita yang tidak bertanggungjawab ,sudah kita rawat saja ,ini adalah kehendak Tuhan ."

            Dalam Gereja tersebut di huni oleh Pendeta Peter bersama istrinya Shinta serta tiga pelayan gereja meraka adala Yusuf ,Sari dan Soraya .Pendeta Peter berumur 49 tahun istrinya berumur 45 tahun dan mereka sudah dikarunia anak bernama Daniel namun dia tidak tinggal bersama mereka karena Daniel telah berkeluarga dan tinggal di Jakarta . Yusuf sendiri adalah pelayan yang setia ,telah mengabdi pada Pendeta Peter sejak Pendeta Peter masih menjadi seorang penatua gereja Raja Almasi ini . yusuf berumur 43 tahun berasal dari Lampung . Sari adalah gadis belia lulusan SMA di Medan yang menjadi pelayan karena tidak mampu melanjutkan sekolah keperguruan tinggi namun dia adalah gadis yang periang dan penyabar . usia Sari 23 tahun lalu ibu Soraya dia adalah wanita tua berasal dari pulau jawa yaitu kota solo .




    0 comments:

    Post a Comment